Sabtu, 02 Januari 2016

THE GLANGGANG CENTER : PILEH LOM

THE GLANGGANG CENTER : PILEH LOM: Ketika Perjalanan menuju salah satu desa di Kabupaten Benar Meriah sangat melelahkan. Karena jalanya berkelok-kelok dan naik turun. Lantas ...

Sabtu, 08 November 2014

BBM Seperti "Boh" Simalakama


Tidak jelas ujud ‘boh’ simalakama itu. Namun bagi indatu orang Aceh mengultimatumkan. Kita makan buah simalakama akan mati mamak, tidak dimakan mati bapak. Begitulah nasib pemerintahan Presiden Jokowi – JK, tidak menaikkan harga BBM akan berpengaruh pada penyusunan APBN 2015, mengalami devisit anggaran yang cukup signifikan. Menaikkan BBM berpengaruh pada masyarakat, terutama mereka kelas menengah ke bawah. Namun, Jokowi-JK berjanji akan melakukan subsidi silang kepada kepada mereka yang miskin, untuk melakukan usaha produktif.

Sabtu, 01 November 2014

Gunung Es BBM Bakal Meledak


Sejak persidangan di MK soal gugatan Presiden Jokowi - JK oleh Prabowo-Hatta, saya terus menonton TVRI dan Swasta. Menarik memang, usai keputusan MK, 22 Agustus 2014 dimenangkan Jokowi-JK, isu pun mengalih kesoal BBM. Katanya stock BBM hanya tinggal tigal bulan lagi, sehingg pemerintah membatasi sistem penyaluran untuk semua SPBU.

Jumat, 18 April 2014

Peluk Cium Didepan Umum, Berujung Pecat Memecat


Pemilu Legislatif 2014 usai sudah.  Pemenag tiga besar dari 12 partai nasional dan tiga partai lokal di Aceh, sudah dapat dipastikan. Yaitu;  Partai PDIP urutaran teratas, disusul Partai Golkar dan Partai Gerindra.  Sementara partai berbasis Islam seperti :  PPP, PKB, PKS, PAN berada diposisi papan tengah. Namun bagi  partai berlambang  ka'abah, kini sedang dilanda kisruh internal,   gara-gara ketua umumnya 'Peluk cium' didepan umum.

Peristiwa peluk cium itu berlansung di stadion Gelora Bung Karno, 23 Maret 2014 lalu, didepan puluhan ribu massa pendukung Partai Gerinda. Karena hari itu Partai Gerindra melangsungkan kampanye akbar yang dinilai sangat sukses. Dan, lebih sukses lagi karena mampu dihadirkan beberapa fungsionaris Partai PPP yang memakai baju jas hijau sebagai baju kebesaran Partai yang peninggal orde baru.

Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dalam orasinya mengatakan, kita harus berterimakasih kepada Partai PPP yang hari ini bergabung kampanye bersama kita. "Hidup PPP . . . , hidup  Pak Surya Darma Ali," begitu teriak Parbowo diatas pentas sembil menganjungkan tangan yang juga diikuti oleh Surya Darma Ali (SDA) berulangkali meneteriakan, Hidup PPP,  ... hidup Gerindra, ... hidup Pak Surya, ... hidup Prabowo.

Usai pelaksanaan Pemilu legislatif,  14 April 2014, wakil ketua umum DPP-PPP, Emran Pangaphi dan kawan-kawannya, mendadak melaksanakan  konperensi pers di kantor DPP-PPP Jakarta, menurut Emran mereka tidak bisa menerima perlakuan 'peluk dan cium' SDA di arena kampaye Gerindra. "Apa pasal saudara ketua umum menyerahkan lehernya kepada partai yang lebih kecil suaranya dibandingkan dengan PPP," begitu teriak Emran dengan nada geram.

Bola api  kisruh dalam tubuh PPP  kini sudah bergulir, dimana lebih dari dua pertiga jumlah  pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP se-Indonesia berkumpul di Bogor meminta sepaya DPP-PPP segera membuat rapat, memberikan sanksi kepada SDA.  Sebab, menurut mereka  para kader didaerah tidak bisa menerima perlakuan ketua umum  didepan umum. "Kami sangat maulu," tegas Ketua DPW-PPP Jawa Tengah melalaui jumpa pers di Jakarta.

Nah, sejauh manakah sengketa 'peluk cium' ala partai PPP ini.  Untuk menjawab pertanyaan yang bernuansa politis ini, tidaklah seperti  menjawab; 1 + 1 = 2, tapi bisa terjadi jawabannya adalah 1 + 1 = 3 - 1. Begitulah lebih kurang rumus politik DPP-PPP yang sedang dimainkan.

Kini pihak SDA, sudah mengeluarkan surat teguran keras, kepada para ketua atau pengurus DPW yang hadir dalam pertemuan di Bogor. Bahkan empat orang pengurus DPW dan seorang wakil ketua umum DPP-PPP dinonaktifkan secara permanen pada posisi mereka. Dengan demikian terjadilah saling pecat memecat kader partai berazas Islam ini gara-gara peluk ciumnya sang ketua umumnya SDA dengan Parabowo di atas pentas kampanye partai Gerindra.

Sikap dan kesimpulan SDA yang juga masih berstatus Meteri Agam RI menghadiri kampanye Gerindra yang berangkulan dengan Prabowo yang juga Mantan Danjend Kopasus menjadi serius, sehingga posisi SDA terancam digoyang dari kursi ketua umum DPP Partai berlambang ka'bah ini. Bahkan pro kontra kander PPP terjadi dimana-mana, konon lagi dipicu dengan hasil perolehan suara hasil Pemilu 2014 sementera ini PPP tidak mencapai target diatas 10%, hannya mampu mendulang suara dibawah 6,5%.

Sekali lagi, itulah ciuman dan pelukan ala politik, hampir sama dengan ciuman dan peluk ala percintaan anak-anak remaja. Meskipun suka sama suka alias senang sama senang, namun dalam tatakerama hukum syariat Islam sebelum ada akad nikah tetap dinyatakan berdoasa. Walaupun ciuman dan pelukan itu sebagai alasan PDKT menjejaki pernikahan alias berkualisi dalam arti politik, tetap dinilai tidak sah. Berbeda dengan pelukan dan ciuman seorang ayah kepada anaknya, atau seorang suami kepada isteri tercintanya.

Pelukan Aktifis

Sebagai aktifis, tentu terbayang kepada sistem pengakaderan yang dilaksanakan secara resmi, baik oleh PPP, Gerindra dan beberapa partai politik  lain, atau organisasi sosial seperti NU, Muhammadiyah dan lainnya,  atau kalangan LSM, tentu saja pada akhir sesi pertemuan pengaderan itu, umumnya sebelum bubar acara mereka saling rangkul-rangkulan, bahkan suasana peluk dan cium pipi kiri dan kanan menjadi tontotan menarik yang diperlihatkan oleh  setiap kader yang mengikuti pengakaderan tersebut.

Artinya pelukan dan adu pipi kiri-kanan seorang kader sesamanya, atara kader dengan seniornya adalah pertanda acara sudah usai, nilai persudaraan semakin terjalin. Sehingga bila suatu saat para pemimpin organisasi ingin mengerahkan dan mengerakan masa untuk kepentingan politiknya  dengan mudah akan tercapai target politik tersebut.

Begitu juga pelukan yang berlangsung dirumah tangga,  seorang isteri karena stres beban rumah tangga, atau perlakuaan anakanya yang menyimpang dari aturan, maka salah satu obat diberika suami adalah  memberikannya pelukan mesra kepada sang isterinya. Sebab, pelukan seorang suami kepada isterinya menurunkan tensi emosi diantara mereka.

Seperti ditulis Helen Colton, dalam buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit “hati” dan merangsang hasrat hidup seseorang

Kembali kepersoalan kisruh dalam tubuh PPP.  Kiranya, partai yang berazas Islam hendaknya dikedepankan misi musyawarah lebih baik, dari pada saling buka-bukaan didepan umum, seperti yang sedang berlangsung. Semoga ada solusinya, dimana diharapkan  para ulama yang bergabung dalam PPP bisa mengambil peran untuk mendinginkan kedua kubu yang berseteru itu.
Amin, ... 

Selasa, 18 Maret 2014

PILEH LOM

Ketika Perjalanan menuju salah satu desa di Kabupaten Benar Meriah sangat melelahkan. Karena jalanya berkelok-kelok dan naik turun. Lantas saya bertanya kepada seseorang,  berapa jauh lagi desa yang kita tuju itu, ia menjawab: "Sekilo lagi, Bang, ikuti jalan ini terus saja!"


Pertanyaan sama ditanyakan lagi, setelah berjalan kaki lebih empat kilometer.  Bertanya dengan bahasa lain,  mereka menjawab dengan istilah lain juga:   "sekitar sebatang rokok lagi, Bang, . . ." Maksud Bapak tua tadi, perjalanan ini bila kita bakar rokok 'kretek' dan kita hisap, habis sebatang rokok sampai desa yang dituju. Tapi, ternyata setelah habis satu bungkus rokok, setelah mebelok ke kiri  dan ke kanan juga belum sampai ketujuan, bahkan belum ada tanda-tanda sampai  ke desa ini. 


Mungkin dalam pemahaman orang dikampung,  sekilo meter itu mungkin 10 kilometer dalam pengertian orang sekolahan.  Sedangkan sebatang rokok, mungkin kalau rokoknya tidak dihisap dibakar saja. Tapi rokok sudah habis sebungkus, perjalanan sudah lebih 10 kilo meter. Namun jalan menuju kampung yang kami tuju juga belum kelihatan.


Artinya, orang yang tinggal didaerah pedalam seperti dodaerah pergunungan, lebih tegar hidupnya dibandingkan dengan kita. Sederhana saja tiorinya, 10 km lebih kita berjalan, begi mereka disini masih hitungan satu kilo meter mereka. Kita menyebutkan lelah dalam perjalanan, begi mereka biasa-biasa saja. 


Suatu ketika, ke Jakarta dalam acara pertemuan dengan pengurus NU, menginap di Hotel Brobudur. Acara pertemuan tinggal 30 menit lagi, pilihan yang tepat memakai jasa taxi. "Kira-kira berapa jarak ke jalan Keramata Raya kantor NU, Mas. Dekat Pak, sekitar 15 atau 20 km," jawab Jono supir taxi.

Sejak keluar dari hotel jalannya dua jalur,  setelah berjalan 20 menit, saya bertanya  lagi;  masih  jauh, luman Mas kata subir serius.

Perasaan semakin tidak terkendali, karena sudah 50 menit perjalanan tanda-tanda sampai ketujuan belum kelihatan. Berarti pertemuan sudah dimulai 20 menit yang lalu, biasanya pertemuan membahas tentang silabus pengkaderan menghabiskan waktu sekitar  1,5 jam. Supaya tidak bosan, si supir taxi menyetel radio menyiarkan tentang adanya demontrasi dibundaran HI.  Mas,  jalan kita ke kramat dialihkan, karena ada demontrasi tentang tuntutan naik upah buruh. "Terserah si Mas ajalah", jawab saya sedikit kesal. Seperti juga membayangkan peritiwa tiga bulan lalu perjalan di daerah Kabupaten Benar Beuriah di Aceh.

Perjalanan sudah lebih satu jam, tujuan yang dituju belum sampai. Sekitar 25 kemudian, taxi memasuki gedung yang dituju.  Kata Satpam. Acara sudah bubar 35 menit lalu Pak.

Tapi saya tidak menyalahkan siapa-siapa, sebab dalam perjalan tadi saya bicara banyak dengan supir taxi. Kata supir taxi saya salah menanyakan kepada supir pada awal saya memasuki ke dalam mobil itu. Memang ya, yang saya tanya bersapa jauh ke kantor NU. Seharusnya
harus kita tanya berapa lama  perjalanan dari Hotel Brobudur ke Kantor NU.

"Kami di Jakarta tidak bisa lagi memprekdeksi. Kadang-kadang jarak 10 Km bisa menghabiskan agro taxsi 2 sampiai 3 jam. Atau sebaliknya, 40 km meter hanya menempuh  perjalanan sekitar 25 menit. Jakarta ini angin-anginan Mas," cerita sang supir taxi dengan gaya seperti orang memaparkan makalah kepada saya yang duduk dibangku belakang.

Ternyata, logikan cara berpikir masyarakat di daerah pedalaman Benar Meriah sama seperti masyarakat  dimetropolitan Jakarta. Hanya yang membedakan, soal higar bingarnya. Kalau di Benar Meriah suara bermacam binatan buas bergemuruh sangat besar sepanjang hari, sehingga  kedengar dari lubuk-lubuk hutan tempat marga satwa beristirahat.

Di Jakarta deru mesin kenderaan dan industri membuat bising. Namun soal ketepatan waktu antara Benar Meriah dengan di Jakarta sama-sama mengunakan 'jam karet'. Kalau kita berjanji sebentar lagi, berarti bisa tiga atau empat jam kemudian baru bisa ketemu.

Hal yang hampir sama, yang lalin. Ketika taxi melewati Halte diseputaran Tegu Patung Tani didaerah Senen, supir menceritakan, bagaimana seorang wanita menyupiri mobil dipagi hari  menabrak mati  sembilan orang sekaligus ditempat itu. Mendengar cerita itu, terbanyang kepada Pak Tua di Benar Meriah, katanya waktu konplik bersenjata daerah ini tidak ada yang berani melewati. Karena Gerombolan GAM dari Aceh Utara melewati desa Rambong sampai ke Desa Samarkirang sana.

Ketika kontak senjata antara GAM denga TNI/Polisi banyak sekali jutuh koraban. Bahkan bau busuk bangkai manusia berbulan-bula didalam rimba dibawah jalan sana tercium sangat menyenyatkan. Dan, kakek Tua itu mencerita anak dan cucunya korban kekerasan tidak tau siapa yang membunuhnya. Berati beda dengan di Halte Tengu Tani jelas siapa yang menabraknya.

Dari jarak sekita sekilo dari kami berjalan kaki, kelihatan ada dua batu nisan yang berjejer dipinggi jalan. Disana tertulis.
Batu  nisan pertama tertulis: ttd NENEK KAMI.
Nisan kedua; ttd SUAMI KAMI.


Membaca kata-kata dibawah tertanda (ttd) itu, bulu kuduk merinding,  sebab ada nama yang dipahat tak begitu jelas lagi.  Apakah ini ada unsur sengaja atau tidak untuk menghilang jejak para syuhada ini, wallahuaklam bisaawab. Namun kata-kata 'Nenek Kami' dan 'Suami Kami'  masih jelas dapat dibaca. Berarti dari konplik itu yang selamat para isteri dan cucu mereka.

Namun utuk menelusuri dimana alamat para isteri dan cucu mereka sangat sulit. "Ngak usah dipikir Pak. Ini peristiwa sudah berlalu," kata Pak Tua memecahkan kesunyian ditengah hutan pinus diantara kayu besar lainnya.

Selagi terbanyang pertiwa cerita Pak Tua di Benar Meriah dan Supir Taxi di Jakrta, tibab-tiba bunyi pangilan dari hanpon (HP) dari seorang teman yang juga kader yang pernah ikut latihan pendidikan politik. "Siapa caleg yang kita pilih Pada Pemilu ini, Pak," tanya seorang teman dari Kepulauan Snabang sana.
"Rencana maupilih siapa," tanya saya.
"Belum jelas Bang," jawabnya lagi.
"Pemilu lalu kamu pilih siapa," tanya saya.
"Pemilu lalu, saya balu ikut pilih Gubernur Pak," jawabnya.
"Siapa Gubernur yang kamu pilih kemaren," tanya saya mendesak.
"Ini kan rahasia saya, Pak," singkat jawabnya dengan nada tinggi, sambil Kawan ketawa terbahak-bahak, sambil keluar kata-kata dalam mulutnya: Pileh Lom...!!!
Bek Sampe Salah Pileh . . .!!!

Senin, 10 Maret 2014

Posko Dan Politik Neon

Pemilihan umum (Pemilu) legislatif  2014 tinggal menghitung hari, menuju  9 April 2014 mendatang.  Maka setiap partai politik, baik lokal maupun nasional, hampir dapat dipastikan disetiap kecamatan di Aceh pada khusnya dan Indonesia pada umumnya sudah membentuk dan mendirikan Posko sebagai  pusat informasi  bagi pendukungnya. Termasuk juga bagi Caleg yang diusung oleh masing-masing Partai Politik, sangat aktif memanfaatkan fasilitas pada posko bernuansa politik itu.
Begitu pun dengan Wak Leh Caleg dari salah satu Partai Lokal.  Hampir setiap pertemuan dengan pendukungnya  bertemu di balai posko kecamatan.   Seperti juga diketahui dua hari lalu, Partai lokal itu yang mengusung Wak Leh meresmikan Posko baru  pada kecamatan didaerah pedalaman kabupaten ini.  Pada acara peresmian itu, turut berbicara beberapa orang tokoh dan kader politik partai poliik lokal yang menyakini pada Pemilu ini akan meraih suara terbanyak.

Sabtu, 28 September 2013

Antara Zakat dan Pajak Nangroe

Sekitar tahun 2004, Tgk Haji Muhammad Amin alias Abu Arongan Samalanga menyampaikan pemikiran tentang pemotongan zakat 2,5 persen dari penghasilan PNS. Menurutnya, persoalan sah tidaknya jangan diperdebatkan, karena kalaupun tidak sah fahla zakat, angap saja itu menjadi infak dan sedekah. Sebab, dengan adanya zakat atau sedekah dari PNS bisa terbantu kaum miskin yang membutuhkan uluran tangan dari mereka yang mampu berzakat atau bersedekah secara iklas.

Orasi yang dinilai sangat sakral itu berlangsung pada bekas kantor administrasi PT Kereta Api Indonsia (KAI). Lokasi ini kini sudah dibangun pertokoan yaitu berderetan dengan caffee 88, depan Pemdopo Kabupaten Bireuen. Pada saat itu bekas kantor KAI disulap menjadi sebuah aula serba guna, lebih populer disebut gedung muzakarah, karena gedung itu memang dipersiapkan untuk even Muzakarah Pembangunan Bireuen, ditinjau dari aspek sejarah masa lalu membangun Bireuen kedepan. Tapi diluar dugaan, suhu politik gerakan bersenjata semakin memanas, akhirnya panitia menunda seminar berskala nasional itu dengan jadwal tanpa ada batas waktu, sampai kini belum terlaksana.

Rabu, 11 September 2013

POLITIK GOSIP ALA WAK LEH



Apa itu gosip? Menurut Wak Leh, gosip ibarat masuk kerumah diwaktu malam hari melalui jendela. Atau ibarat iklan yang dipasang pada dinding mobil "labi-labi" dalam kota, berputar kemana saja, semua orang membaca dan menganalisa isi iklan gratis tanpa membayar retribusi pajak daerah. Begitulah lebih kurang pengertian gosip dalam pikiran Wak Leh.

images google
Contoh lain, menyebutkan tentang hantu. Kita tidak pernah melihat wujud nyatanya hantu, bagai mana sesungguhnya. Karena itu, gosip ada kalanya takut tapi tidak mengerikan. Atau sebaliknya, mengerikan tapi tidak takut. Dengan demikian, gosip itu tergantung situasionalnya. Sebut saja, seseorang dikejar oleh anjing gila pasti lari kencang walaupun didepannya jalan buntu,  ada pagar berduri  melompat dengan tenaga refleks, sehingga lolos dari kejaran anjing gila walaupun pagar setinggi dua meter tanpa tergores sedikitpun. Padahal kalau dalam kondisi normal, satu meter saja susah untuk melompat pagar ini. Begitulah hakikat gosip, terkadang resiko besarpun menjadi ringan. Sebaliknya, yang ringan bisa berurusan dengan Komnas HAM atau KPK.

Gosip itu tidak mengenal tempat dan waktu, apalagi isi materi gosipan itupun tidak diatur dalam jenjang pendidikan. Terkadang gosip itu berawal dari gedung DPR, atau dari Istana, tak jarang gosip itu tumbuh subur berkembang dikalangan intelektual kampus. Yang mengherankan kita,  gosip relegius berawal dari mimbar khutbah jumat atau dari mimbar gereja pada hari minggu.

Minggu, 08 September 2013

BULAN BINTANG VERSUS MERAH PUTIH


Diluar dugaan upacara pengibaran Merah-Putih pada 17 Agustus 2013 lalu di Provinsi Aceh sangat meriah. Baik di Banda Aceh mau pun di beberapa  Kabupaten/Kota lainya di Aceh. 

Kemeriahan itu bukan tanpa alasan. Betapa tidak saat itu ratusan pasukan TNI dari kesatuan Kostrad dan Kopasus melakukan atraksi terjun payung. Pertunjukan atraksi itu  menjadi hiburan tersendiri  bagi masyarakat Aceh, sengketa bendera merah putih dengan bendera bulan bintang yang diisukan berkibar  15 Agustus 2013 pun lenyap dan tenggelam dalam kebersamaan kemeriahan HUT RI ke 68, padahal 15 Agusutus 2013 merupakan HUT  perdamaian antara RI dengan GAM di Helsingki seakan terabaikan.

Seperti diketahui, bendera Aceh yang berwarna merah buram bergaris hitam dengan lambang bulan bintang ditelah disahkan melalaui rapat pleno DPR Aceh. Namun Pemerintah Pusat di Jakarta melalui Menteri Dalam Negeri belum menyetujuinya, karena dinilai masih bernuasa sparatis yang notabone GAM.
Dengan demikian untuk mencari jalan terbaik, sepakat antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Aceh yang dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur dari petinggi GAM dan DPRA yang manyoritas Partai Aceh (PA) melakukan coling down sampai bulan Oktober 2013 yang akan datang.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Open House Gaya Politik Wak Leh


Rumah Wak Leh, tidak jauh dari lapangan tempat salat Idul Ffitri 1434 H. Mulai lebaran pertama Kamis 8 Agustus 2013 hingga lebaran ketiga silih berganti para tetamu yang bersilaturrahmi kerumah berlantai dua itu.
 
Sebelum lebaran tiba rumah tersebut telah dicat merah-kemerahan.  Sehingga terkesan berwajah minimalis. Pada salah satu sudut rumah itu terpasang sebuah lambang partai politik yang merupakan 'perahu' Wak Leh "menyeberang" ke arena politik Pemilu 2014.

Tradisi open house yang dilakukan Wak Leh sudah memasuki tahun kedua dari empat tahun ia terpilih menjadi anggota DPRD kota kelahirannya. Tapi kali ini lebih lengkap menu sesajian untuk menerima tamu lebaran. Menu utama tetap lontong daging, nasi kuning, sop buah, timphan serikaya. Sedangkan tape warna warni putih, merah, hijau dan kuning adalah menu yang sengaja dipesan oleh Ibu Irma yaitu isteri Wak Leh.

Jumat, 09 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Saya dan Keluarga Besar The Glanggang Center mengucapkan Selamat Hari Raya, mohoh maaf lahir dan bathin. Dan, dengan seiring menjelang malam takbiran dikumandangkan diseantero nusantara; .. Allahu Akabar... Allahu Akbar.... Allahu Akbar,... Walillahilham..

Bersamaan itu pula ratusan kiriman ucapan selamat lebaran melalui SMS, BB, Fascebook, dan Tweeter mengalir untuk dibaca yang terkadang Lupa membalas sebagai jawaban ucapan dari keluarga, mitra kerja, baik kalangan politik, bisnis, para ulama, dan tokoh masyarakat. Begitu juga dari tema baru dan teman lama.

Rabu, 07 Agustus 2013

Cambuk Pertama di Indonesia

15 Dicambuk, Seorang Pingsan
Aceh Berlakukan Syariat Islam

HUKUMAN CAMBUK: Salah seorang terpidana menjalani hukuman cambuk di Bieuren, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (24/5). Hukuman cambuk tersebut diberlakukan sebagai pelaksanaan Syariat Islam di NAD kepada 15 terpidana dalam kasus perjudian. (57v)
BIREUEN - Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), pada Jumat (24/6) mulai pukul 13.00, menghukum cambuk 15 orang maisir (pelaku judi) dari jumlah total keseluruhan terpidana yang mencapai 26 orang. Sementara itu, 11 orang lainnya karena alasan kesehatan tidak dapat melaksanakan hukuman pada saat itu. Seorang terpidana tiba-tiba pingsan setelah dicambuk.
Tempat pelaksanaan eksekusi dipilih di halaman Masjid Agung kota tersebut. Para penjudi itu menerima 6-10 cambukan pada punggungnya yang dilakukan oleh sepuluh Polisi Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat).
Para terpidana cambuk dinyatakan bersalah setelah aparat dari Polres Bireuen menangkap basah mereka ketika sedang berjudi pada 28 Februari lalu. Adapun barang bukti yang ditemukan petugas ketika itu berupa uang tunai Rp 45 ribu berikut dua bendel kartu judinya. Sebelum dikenakan hukuman cambuk, pelaku juga pernah ditahan di Polres Bireuen dan mendekam di rumah tahanan di kota itu.

Minggu, 04 Agustus 2013

BOH ROM ROM

Orang Aceh bilang boh rom-rom. Undel-undel bahasa Indonesianya. Ada juga orang Aceh sebutkan boh keucret, atau boh beduk bedoh, banyak nama lain menurut daerahnya. Namun populernya boh romrom ini hampir menjadi khas berbuka puasa sebagian masyarakat Aceh.

Cara membuatnya sangat sederhana, mencampurkan tepung dengan air lalu diremas-remas sampai tepung itu mengeras, kemudian dibulat-bulatkan seukuran lebih besr dari anak keneker alias guli, atau lebih kecil dari bola pimpong.

Pekerjaan selanjutnya tepung yang berbentuk bulat melobangingi dengan telunjuk atau ibu jari, seterusnua dimasukan gula pasir atau gula merah kedalam lobang itu, baru kemudian ditutup kembali lubang itu, sehingga tidak kelihatan didalam bola pimpong ada gula pasir atau gula merah.

Langkah selanjutnya merebus dalam kuali yang airnya sudah mendidih lebih dari 90 derajat. Sehingga boh romrom itu berobah warna dari warna tepung yang asli menjadi warna putih pudar yang mengkilat, sehingga gula pasir dan gula mereah yang ada dalam boh rom rom itu sudah mencair menjadi air, boh rom rom itupun mengembang seperti ada udara didalamnya, kelihatan yang sudah masak terapung-apung.

Jumat, 12 Juli 2013

SUAMI SUAMI TAKUT ISTERI



Judul diatas adalah serial senetron yang ditayangkan pada salah satu stasion TV swasta di Jakarta, "Suami-Suami Takut Isteri". Itulah judulnya. Dalam senetron yang diputarkan lepas shalat magrib itu, sangat tersiksa kaum laki-laki sebagai suami. Bahkan lelaki sebagai suami yang merupakan kepala keluarga dalam rumah tangga seperti terinjak-injak hak kelelakian sang suami.
 
Tersebutlah seorang lurah, dalam cerita senetron itu dengan isterinya yang sangat judes. Sang Ibu Lurah itu sehari-hari tampil prima, selalu memakai baju kebaya ala pakaian mendiang Ibu Tien Soeharto. Bedanya, ibu Tien, penampilan enak dipandang. Ibu lurah ini termasuk sangat subur bodinya, ketika ada acara resmi kelurahan membuat Pak Lurah menjadi bosan mengajak isterinya itu, termasuk ke acara pesta perkawinan warganya.  Begitulah sekilas kisah cerita senetron ini.

Ternyata suami takut isteri bukan hanya dalam cerita Senitron belaka, Sebut saja Pak Indrawanto (maaf ini bukan nama alisnya). Tapi sehari-hari Indrawanto dipanggil OM IN. Gaya flamboyan dan sedikit parlente adalah ciri khas sehari-hari Om In. Sebagai salah satu Kepala Dinas dijajaran Pemerintahan Aceh. Om In ini, sangat lihai dan pintar dalam melakukan lobi ke Jakarta untuk menambahkan tambahan dana APBN pada proyek fisik yang dikelola Om In itu.

Rabu, 10 Juli 2013

G. A. Y. O


Ketika Tsunami delapan tahun lalu,
Ketika Darurat Militer 10 tahun lalu,
Ketika peristiwa DI/TII Aceh 55 tahun lalu,
Dataran Tinggi Gayo adalah pilihan utama


Tgk Muhammad Daud Beureueh bertitah
Tgk Muhammad Yus ikut pesan Abu Daud
Jakarta pun terbawa arus titah sang pemberontak
Tanah Gayo pilihan ibu kota Aceh


Kini, Tanah leluhur Gayo porak poranda,
Kini, Kebun kopi menjadi saksi reruntuhan bumi,
Kini, Gemeruhnya burnidelong bergema seantero nusantara,
Pupuslah harapan ibukota hijrah kekota dingin ini.


Masihkah cita-cita Aceh Louser Antara kembali bergema,
Tidak ada jawaban yang pasti.
Kecuali teriakan;
Kami butuh sejahtera,
Kami butuh papan dan pangan,
Kami butuh nyaman,
Kami tak lagi butuh selogan kosong,


Itulah gayo,
Hamparan luas tak bertepi,
Gunung menjulang tak membisu,
Dan Gayo adalah indatunya orang Aceh.




                                                           Benar Meriah, 10 Juli 2013

Senin, 08 Juli 2013

EMBUN PAGI


Tetesan embun pagi  kemaren  masih terasa dingin
Meski mentari sudah segalah dari induknya
Tiba-tiba awanpun menutupi kecerahan mentari pagi itu
Akankah embun ini  suci seperti hari-hari kemarin
Embun pagi tetap bersih walaupun udara tercemar polusi

Pagi ini beda dengan pagi  kemarin
Burung camar  berterbangan keluar  mengintari lagit yang biru
Dan sejak pagi tadi  pelangi  menutupi mentari diufuk timur sana
Tapi mentari tetap memutar rotasi bumi dua puluh empat jam
Mentari tak berani berbohong untuk tidak  menerangkan jagat bumi ini

Bagaimanakah embun pagi diesok pagi
Masihkah pelangi menutubi mentari yang sedang bersinarcerah
Masihkah burung-burung camar bersukaria dengan habitatnya
Akankah gerhana mentari membuat bumi layu dari sinarnya

Semoga embun pagi masih hangat seperti pagi-pagi kemarin


                            Bintaro, Mai 2007,

Minggu, 07 Juli 2013

Ketika Ramadan Tiba


Mesjid tua itu kembali bersolek,
Dua bulan lalu warnanya masih kusam.
Ketika ramadan tiba wajah tua berseri kembali,
Tak ada perubahan ornamennya,
Peninggalan sang endatu  tetap dilestarikan.
Empat tiang tengah dalam mesjid penyangga kubah bertingkat.
Ketika darurat meliter diberlakukan, 
Mesjid tua ini sebagai saksi bisu,
Betapa tidak, 
Pembaitan dan sumpah masal dikumandangan dirumah Allah ini
Mesjid adalah tempat bersujud mengharap ampun dan reda dari illahi
Semoga pintu taubat selama ramadhan terus terbuka
Amien


                         Leubu, juli 2006

RAJA HUTAN


Sebuah kandang tua dengan pintu  dari  besi berduri
tidak bisa mengubah kebringasan sang rajanya
menjadi seokor kera yang diikat dengan rantai dipinggangnya


Singa tua itu adalah raja penguasa dihutan belentara
ia berkuasa atas  kewibawaan diri sejati
singa selalu mengaung-ngaung menentang lawan yng ingin berkuasa
dimana bumi dan langit mendengar teriakan keangkuhan sang raja ini


Hutan tanpa Singa, tanpa harimau, tanpa gajah, tanpa beruang, dan tanpa kancil
 bagaikan tahta tanpa garis  komando
itulah singa
semakin kepedalaman belantara semakin kokoh kesolitan tahtanya
semakin kelorong-lorong gunung iapun bertapa memperkokhkan tahta yang direbutnya


Singa adalah raja di dalam hutan
hutan adalah lautnya singa
laut adalah kekuatan bagi singa
singa adalah singa
anak singa adalah singa
cucu singa adalah singa
cicit singa adalah juga singa
singa...!!!


                                           Jakarta, Mai 2011,

Melepaskan Lelah di BENGKUPI

Oleh: Zulhelmi Abdul Gani
                        
Pernah kah anda berkunjung ke Bireuen, mungkin pernah mungkin juga tidak. Bagi anda yang pernah berkunjung ke Bireuen atau hanya melintas saja di Kota penghasil keripik itu, rasanya tidak lengkap apabila belum merasakan nikmatnya aroma dan harumnya citra rasa kopi di Bengkupi wifi Resto Cafe

Suasa santai dan tempat yang nyaman sangat cocok bagi anda untuk melepaskan lelahsejenak disana. Di Bengkupi wifi Resto Café selain menyediakan wifi gratis bagi anda yang suka berselanjar di dunia maya juga anda akan merasakan keteduhan karena Bengkupi wifi Resto Café memiliki nuansa & suasana yang hommy & casual, cocok untuk menghilangkan hiruk pikuk kebisingan.

Seiring pertumbuhan warung kopi (warkop) yang menyediakan fasilitas internetan gratis di Kabupaten Bireuen serta ramainya penikmat kopi di daerah itu, Drs H. Mustafa A. Glanggang mantan Bupati Bireuen periode 2002-2007 pun tertarik mendirikan sebuah warkop yang diberi nama Bengkupi wifi Resto Café.

Warkop yang terletak di Jalan Medan-Banda Aceh Kawasan Geulanggang Teungoh Kecamatan Kota Juang, Bireuen itu didirikan pada 7 Juni 2010. Sejak dibuka warkop itu sampai sekarang berbagai kalangan pernah singgah disana, sebut saja salah satunya Bupati Pidie Jaya, Gade Salam si “pengila” kopi.

Jumat, 28 Juni 2013

Jangan Biarkan Bunga Layu


Andaikan mekar bunga itu dibiarkan layu.
Andaikan bunga mawar didepan sekolahku juga layu
Andaikan bunga-bunga dikebunku juga layu
Tentulah sangkumbang hitam menabur serbuknya
Tentulah para kumbang berterbangan membuka tangkai sarinya
Akankah kumbang-kumbang memberikan hijabnya untuk buah sari mawar yang berduri

Andaikan bunga melati pun ikut layu
Mungkin kembang hitam pun tak kuasa menabur serbuk sarinya
Andaikan bunga kemboja tak lagi harum diwaktu senja
Mungkin kembang hitam pun ikut menabur sarinya
Andaikan bunga bunga teratai mulai harum diwaktu malam
Pastilah sang kumbang hitam pun mulai berpaling kebunga teratai

Bunga... oh bunga
Bunga engkau elok bak berlian didahi ratu raja
Bunga kata kumbang mahkota baginya




                                                       Bireuen, Juli 2006