Diluar dugaan upacara pengibaran Merah-Putih pada 17 Agustus 2013 lalu di Provinsi Aceh sangat meriah. Baik di Banda Aceh mau pun di beberapa Kabupaten/Kota lainya di Aceh.
Kemeriahan itu bukan tanpa alasan. Betapa tidak saat itu ratusan pasukan TNI dari kesatuan Kostrad dan Kopasus melakukan atraksi terjun payung. Pertunjukan atraksi itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Aceh, sengketa bendera merah putih dengan bendera bulan bintang yang diisukan berkibar 15 Agustus 2013 pun lenyap dan tenggelam dalam kebersamaan kemeriahan HUT RI ke 68, padahal 15 Agusutus 2013 merupakan HUT perdamaian antara RI dengan GAM di Helsingki seakan terabaikan.
Seperti diketahui, bendera Aceh yang berwarna merah buram bergaris hitam dengan lambang bulan bintang ditelah disahkan melalaui rapat pleno DPR Aceh. Namun Pemerintah Pusat di Jakarta melalui Menteri Dalam Negeri belum menyetujuinya, karena dinilai masih bernuasa sparatis yang notabone GAM.
Dengan demikian untuk mencari jalan terbaik, sepakat antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Aceh yang dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur dari petinggi GAM dan DPRA yang manyoritas Partai Aceh (PA) melakukan coling down sampai bulan Oktober 2013 yang akan datang.



