Jumat, 14 Juni 2013

Martabak Ayah......


Kalau ditanya mana asli martabak ayah, saya tidak berani fonis, saya yakin mereka itu bermula dari satu guru dan ada hubungan keluarga, sehingga tidak ada satu orang pun berani klem martabak ayah yang asli. Kecuali itu yang berani klem asli atau tidak atau enak atau tidak adalah para pembeli itu sendiri. Namun saya udah beberapakali anak saya suruh beli yang sebelah kiri arah masuk. Tapi sebelah kanan ada juga merek martabak ayah.



Terlepas dari dari itu esensi martabak menarik untuk didiskusikan, ia dibuat dari tepung yang telah remas dengan air, lalu dibulat-bulatkan sebutis telor. Bila ada yang pesan untuk beli, si penjual mertabak itu bereaksi untuk membuat sampai tepung sebesar telor melebar sampai sebesar piring yang dihantam seperti orang melempar jala menangkap ikan. 

Ketika mau dipanaskan diatas wajan, tepung yang sebesar piring itu pun dikecilkan lagi seukuran buku notes, setelah panas lalu disiramkanlah telor yang telah dicampur dengan kool dan daun bawan merah yang dipotong-potong diaduk atau dikocok lalu ditaburkan diatas tepung yang panas tadi.
seteleh semua keras jadilah ia martabak. 

Tapi yang menarik lagi bagi sang pembuat martabak itu, untuk memecah suasana sang penjual itu pun sambil menunggu martabak masak memukul-mukul  wajan yang terbuat dari campuran besi itu, sehingga dari jarak 50 meter sudah kedengaran suara wajan yang mengelingking gemuruh memecahkan suasana kegaduhan dikios-kioas dan warung-warung diseputar kota itu.

 Berarti daerah itu ada si penjual martabak. Kalau ditanya ke saya, apa yang menarik antara lain membuat martabak, dari tepung yang kecil dipukul-pukul dengan tangan yang trampil sehinga setipis-tipis kertas tidak putus-putus dan berlobang-lobang  lalu dikumpulkan kembali jadi lah ia sebagai menu makanan yang namanya martabak. 

Dari kecil jadi besar. Filososi lain, kalau tidak ada keahlian, tempung ya tetap jadi tepung. Tapi setelah diramu dengan telor ayam maka rasanya juga enak dimakan oleh semua lidah manusia. ... Lihat Selengkapnya

Artinya ketrampilan utk membuat sesuatu mutlak diperlukan, martabak yang modal murah dan bisa dijual dimana2 juga diperlikan ketrampilan. konon lagi pekerjaan besar yang melibatkan banyak orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar